Jakarta – Kancah death metal Indonesia kembali mencatatkan momentum penting di level internasional. Band death metal teknikal asal Jakarta, Deadsquad, dipastikan akan tampil di Death Feast Open Air 2026, salah satu festival metal ekstrem paling bergengsi di Eropa yang digelar di Andernach, Jerman, pada 20–22 Agustus 2026.
Penampilan ini menjadi sorotan tersendiri karena Deadsquad datang tidak hanya membawa reputasi panjang mereka di skena death metal Asia Tenggara, tetapi juga formasi baru di posisi vokal.
Pergantian Vokal dan Fase Baru Deadsquad
Menjelang agenda internasional tersebut, Deadsquad mengumumkan perubahan penting dalam tubuh band. Vokalis sebelumnya, Vicky Mono, resmi kembali memperkuat Burgerkill, band yang telah membesarkan namanya selama bertahun-tahun. Keputusan ini disebut sebagai langkah personal yang diambil secara baik-baik dan saling menghormati antar pihak.
Sebagai pengganti, Deadsquad memperkenalkan Awan Graham sebagai vokalis baru. Kehadiran Awan menandai babak segar bagi Deadsquad, dengan harapan membawa energi baru tanpa meninggalkan karakter brutal dan teknikal yang selama ini menjadi identitas utama band.
Pergantian ini sekaligus menunjukkan kesiapan Deadsquad untuk terus berevolusi, terutama dalam menghadapi panggung internasional dengan audiens yang lebih luas dan beragam.
Representasi Indonesia di Panggung Ekstrem Eropa
Selain Deadsquad, Indonesia juga akan diwakili oleh dua nama penting lainnya di Death Feast Open Air 2026, yakni Death Vomit dan Jasad. Kehadiran tiga band ini dalam satu festival menjadi penegasan bahwa skena metal Indonesia memiliki posisi yang diperhitungkan di tingkat global.
Partisipasi mereka bukan hanya soal tampil di luar negeri, tetapi juga tentang membawa identitas, konsistensi, dan kualitas musik ekstrem Indonesia ke salah satu panggung paling keras di Eropa.
Menuju Death Feast Open Air 2026
Dengan formasi baru, pengalaman panjang, dan reputasi live performance yang kuat, Deadsquad menghadapi Death Feast Open Air 2026 sebagai momentum penting dalam perjalanan karier mereka. Penampilan ini berpotensi menjadi penanda fase baru, sekaligus bukti bahwa death metal Indonesia terus bergerak maju dan berkembang di level internasional.
Indonesia tidak sekadar hadirIndonesia bersuara lantang.

