Terbentuk pada tahun 2024, Spiritkillz hadir meramaikan kancah musik underground Kota Medan. Band ini berawal dari pertemanan sejak kecil yang sering nongkrong dan datang ke berbagai gigs lokal, sampai akhirnya mereka sepakat untuk membentuk band sendiri.
Spiritkillz digawangi oleh empat orang: Harris (Vokal), Imam (Drum), Habib (Gitar), dan Zaki (Bass). Secara musikal, mereka mengusung genre hardcore namun tetap dibebaskan dengan berbagai eksperimen. Kalian bisa mendengar sisipan blast-beat hingga ketukan Nu-Metal riff yang membuat musik mereka terdengar lebih organik.

Setelah cukup sering wara-wiri menjajal panggung lokal sepanjang tahun 2025 hingga saat ini, seperti di acara Manfest UINSU, Berbisaounds Gigs, hingga Flooding Distortion, Spiritkillz akhirnya melepas sebuah karya baru. Mereka merilis single berjudul “Limitless Pain”.
Lagu ini mengangkat keresahan yang rasanya cukup relate dengan banyak orang, yaitu krisis senioritas. Lewat “Limitless Pain”, Spiritkillz menyoroti kelakuan senior di tempat kerja atau komunitas yang sering kali mengeksploitasi juniornya. Sesuai dengan tema isunya, lagu ini dikemas dengan nuansa yang chaotic, penuh amarah, dan tarikan heavy-riff sebagai bentuk kejujuran anak muda yang ingin bersuara.
Pesan perlawanan itu tertulis jelas di liriknya yang lugas. Mulai dari sindiran “Kau senior dan aku baru / Tapi sikapmu layaknya kau kordinator” hingga sentilan tajam “Pelit ilmu takut posisi”. Meski penuh amarah, lagu ini juga membawa pesan untuk tetap tangguh lewat penggalan lirik, “Sakit ini tembok bukan jadi lemah”.
Bagi kalian yang ingin mendengar langsung amarah dari Spiritkillz, single “Limitless Pain” sudah bisa diputar di platform Spotify.

