Transplantasi 5.000 Rambut, Wendi Cagur Spill Proses sampai Biaya per Helai

Komedian sekaligus pembawa acara Wendi Cagur belakangan menjadi sorotan publik setelah diketahui menjalani prosedur transplantasi rambut. Perubahan penampilannya langsung menarik perhatian, mengingat selama ini Wendi identik dengan kepala plontos yang sudah melekat kuat dalam citranya di dunia hiburan.

Keputusan menjalani transplantasi rambut ini menjadi langkah baru bagi Wendi setelah melalui berbagai pertimbangan yang ia rasakan selama beberapa tahun terakhir. Ia pun secara terbuka membagikan detail proses yang dijalaninya, termasuk jumlah rambut yang dipindahkan dan area kepala yang ditanami.

“Ada sekitar 5.000 helai rambut gua yang dipindahin dari belakang, dari donor, terus ditanam di bagian depan. Yang bagian depan itu memang kalau diibaratkan hutan, udah tandus,” ujarnya, dikutip dari Insertlive, Rabu (11/2/2026).

Wendi menegaskan bahwa keputusannya bukan semata demi penampilan. Menurutnya, faktor kesehatan kulit kepala justru menjadi alasan utama.

“Sebenernya alasannya lebih ke faktor kesehatan, bukan buat gaya-gayaan. Selama lima tahun ini gua botak, tapi yang orang enggak tahu, tiap tiga hari sekali gua harus cukur rambut pakai dua alat cukur,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, proses mencukur tersebut dilakukan bertahap hingga benar-benar bersih. Namun, kebiasaan itu lama-kelamaan menimbulkan iritasi.

“Awalnya dihalusin, terus benar-benar dihabisin. Lama-lama kulit kepala berasa iritasi, sakit, dan perih. Ditambah lagi kalau syuting di tempat dingin, kepala kan terbuka,” lanjutnya. Kondisi itu membuatnya mulai memikirkan solusi jangka panjang.

Selain faktor kesehatan, usia juga menjadi pertimbangan. Wendi mengaku ingin merasa lebih nyaman dalam beraktivitas sehari-hari.

“Lama-lama gua yang udah berumur ngerasa, kayaknya kalau punya rambut enak kali ya, nyaman. Gua juga enggak mau terus-terusan ke mana-mana selalu pakai topi,” tuturnya. Keinginan tersebut akhirnya mendorongnya menjalani transplantasi rambut.

Usai menjalani tindakan medis, pria berusia 46 tahun ini harus mematuhi sejumlah pantangan ketat selama masa pemulihan. Menurutnya, aturan pascatransplantasi justru terasa lebih berat dibanding proses tindakannya sendiri.

“Pantangannya banyak banget. Jujur aja, transplantasinya enggak begitu nyiksa, tapi pantangannya yang nyiksa. Kayak enggak boleh kafein, terus enggak boleh pakai penutup kepala selama satu bulan supaya pertumbuhan rambutnya bagus,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat pekerjaannya kerap menuntut penggunaan wig atau penutup kepala. Meski begitu, Wendi memilih patuh demi hasil yang maksimal.

“Secara kerjaan kan kadang gua butuh wig atau penutup kepala, tapi ya mau enggak mau harus dijalanin. Sekarang udah hari ketiga, besok baru boleh keramas,” katanya.

Ia juga mengungkap selama tiga hari pertama sama sekali tidak boleh terkena air karena kondisi luka yang masih sensitif. Bahkan, urusan berpakaian pun harus disesuaikan.

“Baju juga enggak boleh pakai kaos, harus pakai kemeja. Padahal gua jarang punya kemeja di rumah. Jadi sekarang minta istri cariin kemeja buat tidur, buat kerja,” lanjutnya.

Tak hanya membahas proses dan pantangan, Wendi turut mengungkap biaya yang harus dikeluarkan untuk prosedur tersebut. Menurutnya, nominalnya cukup besar karena perhitungan dilakukan per helai rambut.

“Satu helai rambut itu kisarannya sekitar Rp30 ribu. Sementara gua ada 5.096 helai yang ditransplan. Itu belum termasuk PRP, obat-obatan, dan konsultasi selama satu sampai dua tahun buat jaga kualitas rambut dan akarnya,” pungkasnya.(*)

Table of Content

Share

Flocks id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *