Bandung dipilih menjadi pelabuhan terakhir dari rangkaian tur “Pertunjukan Dalam Dinamika” oleh Perunggu. Pemilihan kota ini jelas bukan tanpa alasan atau sekadar urusan bisnis panggung. Bagi trio rock kantoran ini, Bandung adalah tanah kelahiran, ruang tumbuh, sekaligus kompas yang membentuk selera dan arah bermusik mereka hingga hari ini.
Setelah sukses membakar energi di Yogyakarta dan Surabaya, Perunggu dijadwalkan bakal menutup trilogi tur ini pada 23 Mei 2026 di Eldorado Sport & Convention Hall, Bandung.
Menurut pantauan flocks.id, konser ini akan menjadi momen homecoming yang sangat personal bagi para personel. Sang bassis, Adam Adenan, mengenang bagaimana masa mudanya di Bandung dihabiskan dari satu gig kecil ke gig lainnya setiap minggu. Kultur kolektif dan skena independen lokal itulah yang mematangkan insting bermusiknya. Adam menegaskan, jika bukan karena atmosfer musik Bandung, perjalanan kreatifnya mungkin tidak akan pernah sampai di titik sekarang.

Setali tiga uang, Maul Ibrahim (vokal/gitar) juga mengakui bahwa band-band legendaris Bandung punya pengaruh masif (influence) terhadap warna musik Perunggu, bahkan jauh sebelum band ini terbentuk. Hubungan batin ini pun terekam jelas dalam lirik-lirik lagu Perunggu yang sering kali memotret lanskap dan romantisasi sudut kota Kembang.
“Perunggu pun tim produksinya hampir setengah orang Bandung. Jadi memang terasa kayak homecoming gig-ish. Dari awal banget juga banyak teman-teman Bandung yang membantu kami tumbuh,” ungkap Maul.
Kolaborasi Lintas Generasi & Pertunjukan Impian
Untuk merayakan kepulangan ini, Perunggu tidak tampil sendirian. Mereka memboyong deretan kolaborator papan atas dari berbagai generasi dan genre, mulai dari Armand Maulana, Yura Yunita, Bernadya, hingga pentolan indie lokal Satria NB dari Pure Saturday. Kehadiran Pure Saturday di panggung nanti menjadi tribute tersendiri bagi Maul, yang berharap bisa mengenalkan kembali cetak biru musik independen Indonesia tersebut kepada pendengar generasi baru.
Dari departemen produksi, drummer Ildo Hasman membocorkan bahwa penonton di Bandung akan disuguhkan konsep pertunjukan yang paling idealis yang pernah mereka rancang. Mulai dari tata cahaya (lighting), visual panggung, aransemen baru, hingga transisi antarlagu dikonsep secara presisi agar mengalir menjadi satu narasi pertunjukan yang utuh.
Menariknya, Perunggu tetap konsisten membawa kampanye “nikmati momen” di konser ini. Mereka mengimbau penonton yang hadir untuk menurunkan gawai mereka, mengurangi aktivitas merekam atau update media sosial, dan memilih meresapi setiap distorsi serta lirik secara intim.
Konser pemungkas “Pertunjukan Dalam Dinamika” di Bandung ini akan dibuka oleh penampilan dari Podcast Seminggu. Bagi kamu yang tidak ingin melewatkan momen bersejarah ini, informasi tiket bisa langsung diakses melalui situs resmi Dalam Dinamika.




