Unit musik MCPR tengah memanaskan mesin menuju perilisan album penuh mereka pada tahun ini dengan melepas sebuah single terbaru berjudul “Sepantasnya Dirayakan”. Untuk amunisi teranyarnya ini, mereka tidak maju sendirian, melainkan menggaet solois Denny Frust sebagai kolaborator.
Menurut catatan editorial flocks.id, pemilihan Denny Frust jelas bukan tanpa perhitungan matang. Karakter dan personal branding Denny yang kuat sebagai seorang solois, ditambah akar musikalitasnya yang masih seirama dengan MCPR, menjadi alasan utama ditariknya ia ke dalam proyek ini. Alby Moreno bahkan menyatakan bahwa Denny sudah dianggap seperti kawan tongkrongan mereka sendiri, sehingga proses kolaborasi ini terasa sangat organik dan menyenangkan, layaknya bermain di playground yang mereka ciptakan sendiri.

Pesan Solidaritas dari Lirik Gubahan Alby Moreno
Secara musikalitas, aransemen instrumen dalam lagu ini dikerjakan secara kolektif oleh para personel, sementara liriknya ditulis langsung oleh Alby Moreno. Tema yang diangkat sangat dekat dengan realitas keseharian; menyoroti hal-hal sederhana yang kerap luput dari perhatian, padahal itu adalah wujud upaya mandiri kita dalam membangun kebahagiaan.
Melalui “Sepantasnya Dirayakan” , MCPR sangat sadar bahwa setiap orang memikul beban hidup yang berat. Mereka tidak berambisi untuk bertingkah seperti pahlawan atau menjadi solusi atas setiap masalah pendengarnya. Sebaliknya, flocks.id melihat single ini sebagai bentuk tawaran persahabatan—sebuah lagu yang siap menemani setiap fase jatuh bangun pendengarnya. MCPR meyakini bahwa di tengah segala perbedaan yang ada, selalu ada jalan yang sama untuk meraih kebahagiaan, entah dengan apa, siapa, atau di mana pun itu.
Pesan emosional dan suportif ini terekam jelas dalam penggalan lirik klimaks mereka: “Cara kita bahagia mungkin tak kan sama, biarpun hancur berkali kali, jangan mati disini, untuk kita yang masih berdiri, mari bersulang”.
Eksplorasi Visual 3D Futuristik
Tidak hanya menggodok departemen audio, suguhan visual dari single ini juga patut mendapat sorotan. MCPR memilih pendekatan 3D Visual untuk video musik mereka. Pengerjaannya dipercayakan kepada Bayu Bongoh, seorang seniman visual (3D Generalist) asal Boyolali yang rekam jejaknya sudah sering membantu menggarap proyek-proyek visual MCPR sebelumnya.
Dalam proses eksekusinya, Bayu diberikan kebebasan penuh untuk bereksplorasi. MCPR hanya memberikan sedikit arahan (brief) mengenai tone warna yang diinginkan. Hasil akhirnya menyajikan nuansa visual yang cukup futuristik, sebuah keputusan yang sejalan dengan semangat MCPR yang beralasan ingin terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Bagi kalian yang butuh soundtrack untuk merayakan ketegaran hidup hari ini, “Sepantasnya Dirayakan” kini sudah mengudara dan bisa didengarkan melalui berbagai gerai digital seperti Spotify, iTunes, hingga YouTube Music.











