Setelah menarik diri dari aktivitas musik sebelumnya, Winaldy Senna kembali hadir dengan arah yang berbeda. Ia memperkenalkan WAIT, sebuah proyek yang ia rancang sebagai ruang terbuka untuk mengeksplorasi ide, emosi, dan cerita berdasarkan pengalaman personal.

WAIT tidak berdiri sebagai proyek solo. Winaldy menggandeng sejumlah musisi yang sudah dikenal di skena, yakni Mustika Kamal (Billfold, Last! Goal Party), Asido Sigit (St Loco), dan Ian Anatha (Coldhaven). Pertemuan empat latar belakang ini menghadirkan dinamika yang terasa kontras sekaligus saling melengkapi, dengan karakter musikal yang sama-sama kuat.

Sebagai perkenalan awal, WAIT merilis single “Beautiful Lie”. Lagu ini langsung membuka arah musikal mereka: keras, dinamis, tetapi tetap menyisakan ruang emosional yang dalam. Di balik aransemen yang terdengar eksplosif, tersimpan cerita tentang trauma yang dipendam dalam waktu panjang, sesuatu yang perlahan menggerus kondisi batin seseorang.

Mustika Kamal menjelaskan bahwa lagu ini terinspirasi dari kisah seorang anak yang menjadi korban kesalahan orang tuanya, lalu menyimpan luka tersebut dalam diam. Trauma yang tidak pernah diungkapkan itu kemudian tumbuh menjadi beban yang terus menghantui.

Ia juga menyoroti bagaimana sosok yang seharusnya menjadi tempat bersandar justru bisa menjadi sumber kekecewaan. Meskipun berasal dari narasi yang spesifik, ia berharap lagu ini dapat dipahami secara lebih luas oleh pendengar.

Dari sisi musikal, WAIT tidak mengunci diri pada satu warna tertentu. Mereka meramu berbagai pengaruh yang terdengar berbeda, mulai dari metal, R&B, funk, hingga sentuhan pop modern. Winaldy menggambarkan kombinasi tersebut sebagai pertemuan berbagai energi yang tidak selalu sejalan, tapi justru melahirkan warna yang unik.

Referensi yang mereka gunakan pun cukup beragam, seolah menggabungkan sensibilitas pop dengan intensitas musik keras dalam satu ruang yang sama.

Sebagai pelengkap, WAIT juga merilis video musik “Beautiful Lie” yang diproduksi bersama Progresif Entertainment dengan Adrybros sebagai sutradara. Visual yang dihadirkan memperkuat atmosfer lagu, dengan nuansa gelap dan simbolik yang mencerminkan tema luka batin serta konflik personal. Video ini sekaligus menjadi gambaran awal tentang dunia yang ingin mereka ciptakan sebagai band.

Kehadiran WAIT memperlihatkan arah yang lebih bebas bagi para personelnya dalam merangkai karya. Tanpa beban untuk mengikuti pola tertentu, mereka memilih untuk bergerak mengikuti insting dan pengalaman masing-masing. Hal ini terasa dari cara mereka mengolah musik maupun dalam menyusun narasi yang diangkat.

“Beautiful Lie” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital, sementara video musiknya dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi mereka. Lewat rilisan ini, WAIT memperkenalkan identitas yang berani untuk menggali sisi gelap, sekaligus membuka kemungkinan eksplorasi yang lebih luas di karya-karya mereka berikutnya.

Table of Contents