Medan – Kancah musik cadas Indonesia kembali diguncang oleh bangkitnya salah satu unit musik ekstrem legendaris asal Medan, Sumatra Utara: Gergaji Beton. Setelah lama tertidur sejak dibentuk pada 1998, band ini kini resmi “bangun” dengan formasi baru yang diisi oleh nama-nama veteran di skena underground.
Formasi All-Star Skena Cadas
Gergaji Beton versi 2026 bukan main-main. Mereka diperkuat oleh kombinasi musisi dari berbagai band ternama:
Emil Salim Harahap (NoXpression/Djin) pada Vokal.
Dicky Ferdiansyah (Deffinferno/Muntah Kawat) pada Gitar.
Joshua Tarigan (Valdys/Integral) pada Bass.
Rizky Apriansyah alias Chokay (Integral) pada Drum.
“Banjir Anjir”: Teriakan Perlawanan dari Realitas Sosial
Sebagai penanda agresi baru mereka, Gergaji Beton merilis single perdana berjudul “Banjir Anjir” pada akhir Januari lalu. Lagu ini bukanlah sekadar komposisi musik, melainkan sebuah proyektil kemarahan. Mengusung suara yang kasar, mentah, dan agresif, mereka menggunakan riff tajam serta vokal brutal untuk menyuarakan kritik sosial.
Lirik “Banjir Anjir” menyoroti fenomena banjir yang terus berulang di wilayah Sumatra, seperti Sumbar, Sumut, dan Aceh pada akhir 2025. Bagi Gergaji Beton, ini bukan sekadar bencana alam, melainkan dampak dari kelalaian sistem dan kegagalan tata kelola yang menyengsarakan rakyat kecil. Mereka menyampaikan pesan ini secara lugas, tanpa basa-basi, dan tanpa romantisasi.
Proses Kreatif DIY yang Singkat dan Padat
Kepada MUSIKERAS, Gergaji Beton mengungkapkan bahwa lagu ini digarap dengan sangat cepat, yakni hanya dalam waktu satu bulan.
Rekaman Instrumen: Dilakukan di Brutal Cortex Studio pada Juli 2025.
Vokal: Dieksekusi di Noise Company Studio pada awal Januari 2026.
Pemilihan “Banjir Anjir” sebagai single pembuka dirasa sangat tepat karena momentumnya yang relevan dengan kondisi darurat banjir saat ini.
Menuju EP (Mini Album)
Bagi para penggemar musik ekstrem, persiapkan diri kalian. Saat ini Gergaji Beton sudah mengantongi lima lagu yang telah selesai direkam dan siap dirilis dalam bentuk album mini (EP). Tetap berpegang pada etos Do It Yourself (DIY), mereka berdiri sebagai suara dari bawah yang berangkat dari keresahan nyata.
Gergaji Beton telah kembali, dan musik mereka siap menghantam langsung ke telinga Anda. Berani Bersuara!

