Jakarta – Vokalis Randy Blythe baru-baru ini mampir ke Hardlore dan ngobrol santai soal banyak hal, termasuk album terbaru Into Oblivion yang dijadwalkan rilis pada 13 Maret.
Salah satu topik yang paling menarik perhatian adalah keputusan Lamb of God untuk mengganti logo band di sampul album—sesuatu yang belum pernah mereka lakukan selama 27 tahun.
Saat ditanya soal alasan di balik perubahan tersebut, Randy menjawab dengan jujur dan penuh humor. Ia mengakui bahwa logo lama mereka memang sudah waktunya diganti.
“Jujur saja, logo kami memang perlu diubah. Itu font Papyrus yang kami pakai untuk logo lama LAMB OF GOD. Kalau dulu kami tahu 20 sekian tahun kemudian tampilannya bakal mirip menu restoran falafel, jelas kami nggak akan memakainya. Tapi waktu itu, font Papyrus belum seumum sekarang.”
Pernyataan ini langsung memancing tawa, sekaligus menunjukkan bahwa Lamb of God cukup reflektif terhadap perjalanan visual mereka sendiri. Perubahan logo ini bukan sekadar soal estetika, tapi juga simbol fase baru yang ingin mereka tunjukkan lewat Into Oblivion—album yang disebut-sebut membawa energi segar tanpa meninggalkan karakter brutal khas mereka.
Dengan sikap terbuka dan tetap membumi, Randy Blythe membuktikan bahwa bahkan band metal besar pun nggak ragu buat menertawakan masa lalu demi berkembang ke depan.

